Ketua DPW ICC-RI Sulsel Nilai Roda Ekonomi Melemah, Desak Evaluasi Kebijakan Pemulihan Ekonomi yang Lebih Menyentuh Rakyat

Sulawesi Selatan,Suduta.com– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ICC-RI Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi perekonomian Sulawesi Selatan yang menurutnya semakin dirasakan berat oleh masyarakat. Berdasarkan aspirasi yang diterima organisasinya dari berbagai daerah, ia menilai aktivitas ekonomi rakyat menunjukkan gejala perlambatan yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang pasar, hingga sektor informal.

Menurut Iwan Hammer, dalam beberapa waktu terakhir ICC-RI menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengeluhkan menurunnya transaksi perdagangan. Pedagang mengaku jumlah pembeli berkurang, omzet usaha menurun, sementara pelaku UMKM semakin kesulitan mempertahankan usahanya di tengah meningkatnya biaya operasional dan melemahnya daya beli masyarakat.

Yang kami dengar dari bawah hampir sama. Pasar tidak seramai biasanya, warung-warung mengeluhkan penjualan menurun, pelaku UMKM kesulitan memutar modal karena transaksi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian serius,” ujar Iwan Hammer, Rabu (15/7/2026).

Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut merupakan hasil pemantauan dan aspirasi yang diterima ICC-RI dari masyarakat, bukan berdasarkan kesimpulan atas data resmi pemerintah. Karena itu, ia meminta pemerintah menjadikan berbagai keluhan tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program pemulihan ekonomi yang telah berjalan.

Menurutnya, indikator ekonomi yang dirasakan masyarakat sering kali berbeda dengan indikator makro. Di tingkat lapangan, ukuran yang paling mudah dirasakan adalah apakah hasil dagangan laku terjual, apakah pelanggan masih datang berbelanja, dan apakah pelaku usaha mampu mempertahankan usahanya.

Pertumbuhan ekonomi tentu penting sebagai indikator pembangunan. Namun bagi masyarakat kecil, yang lebih terasa adalah apakah mereka memperoleh penghasilan yang cukup setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” katanya.

Iwan Hammer menilai UMKM merupakan fondasi utama ekonomi Sulawesi Selatan. Ketika sektor tersebut mengalami tekanan, dampaknya akan merambat ke berbagai lapisan masyarakat karena UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber penghidupan jutaan warga.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat memperkuat kebijakan yang langsung menyentuh ekonomi rakyat, termasuk memperluas akses pembiayaan, mempermudah pemasaran produk lokal, meningkatkan belanja pemerintah kepada pelaku usaha daerah, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Ia juga menilai perlunya evaluasi terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku usaha kecil, bukan hanya tercermin dalam laporan administratif.

Program ekonomi tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang diserap. Yang jauh lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, apakah omzet UMKM meningkat, dan apakah daya beli masyarakat kembali pulih,” ujarnya.

Selain itu, Iwan Hammer mengingatkan bahwa pelemahan aktivitas ekonomi dapat menimbulkan efek berantai apabila tidak segera diantisipasi. Menurunnya transaksi perdagangan berpotensi mengurangi pendapatan pelaku usaha, menghambat perputaran modal, hingga memengaruhi kemampuan dunia usaha mempertahankan tenaga kerja.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut memerlukan kajian yang komprehensif dengan mengacu pada data resmi pemerintah, lembaga statistik, dan indikator ekonomi lainnya. Menurutnya, dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perekonomian Sulawesi Selatan.

DPW ICC-RI Sulawesi Selatan berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan kepada publik mengenai perkembangan indikator ekonomi daerah, langkah-langkah yang sedang ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat, serta strategi memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Bagi masyarakat, persoalan ekonomi tidak hanya tercermin pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada kemampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, setiap kebijakan pemulihan ekonomi diharapkan tidak berhenti pada capaian makro, melainkan mampu menggerakkan kembali aktivitas perdagangan, memperkuat usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

@Red

banner 2362x1569

Pos terkait