Pemkab Sikka Gandeng SOS Children’s Villages Flores Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Desa Habi dan Gong Bekor Disiapkan Jadi Model Percontohan

MAUMERE,Suduta.com – Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi dengan SOS Children’s Villages Flores. Kerja sama tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Workshop Kolaboratif Menggapai Model Aksi Konvergensi Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, di Aula Bapperida Kabupaten Sikka, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Juli 2026, menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, media massa, dan pemerintah desa dalam merumuskan strategi bersama menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) menegaskan bahwa kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan sosial atau pendekatan sektoral semata.

Menurutnya, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan keluarga, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, lingkungan pengasuhan yang layak, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Kita menyadari bahwa dalam tekanan ekonomi, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan kehilangan hak-hak dasarnya. Karena itu, strategi pengentasan kemiskinan harus bergeser dari sekadar pemberian bantuan sesaat menuju penguatan kapasitas keluarga agar mampu mandiri secara berkelanjutan,” ujar JPYK.

Apresiasi Kolaborasi SOS Children’s Villages Flores

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada SOS Children’s Villages Flores yang dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi anak-anak dan keluarga melalui program pengentasan kemiskinan di Desa Habi, Kecamatan Kangae, dan Desa Gong Bekor, Kecamatan Alok Timur.

Menurut JPYK, keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan daerah menjadi bagian penting dari pendekatan kolaboratif yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan secara berkelanjutan.

Ia berharap sinergi yang dibangun bersama pemerintah daerah dapat menghasilkan model penanganan yang efektif dan dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Sikka.

Empat Pilar Pengentasan Kemiskinan

Dalam arahannya, Bupati Sikka menekankan empat pilar utama yang menjadi fondasi strategi pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.

Pilar pertama adalah penguatan pengasuhan keluarga, dengan menjadikan keluarga sebagai lingkungan utama yang memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan bagi anak.

Pilar kedua adalah pemenuhan layanan dasar, yakni memastikan seluruh anak memperoleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, gizi yang memadai, air bersih, sanitasi layak, identitas kependudukan, perlindungan sosial, serta perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi.

Pilar ketiga adalah penguatan ekonomi keluarga, melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan kelompok ekonomi masyarakat, perluasan akses permodalan, pengembangan produk lokal, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Adapun pilar keempat adalah partisipasi anak, yaitu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan pandangannya sesuai usia dan tingkat kematangan mereka dalam setiap proses pembangunan yang menyangkut kepentingannya.

Menurut Bupati, keempat pilar tersebut harus dijalankan secara terpadu agar mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Tinggalkan Ego Sektoral

JPYK juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak lagi bekerja secara parsial.

Menurutnya, keberhasilan pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai apabila seluruh organisasi perangkat daerah mampu membangun koordinasi lintas sektor dan menyatukan program yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan bukan semata tugas satu dinas atau lembaga tertentu, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat harus berjalan dalam satu arah. Penanggulangan kemiskinan adalah gerakan bersama, bukan pekerjaan satu institusi,” tegasnya.

Desa Habi dan Gong Bekor Disiapkan Menjadi Model

Bupati berharap implementasi program di Desa Habi dan Desa Gong Bekor dapat menjadi laboratorium kebijakan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

Apabila pendekatan konvergensi yang diterapkan menunjukkan hasil positif, model tersebut diharapkan dapat direplikasi ke desa-desa lain di wilayah Kabupaten Sikka.

Harapan kami, Desa Habi dan Desa Gong Bekor menjadi contoh keberhasilan yang nantinya bisa dikembangkan ke seluruh pelosok Nian Tana Sikka,” ujarnya.

Pendekatan Konvergensi

SOS Children’s Villages Flores saat ini menjalankan program pengentasan kemiskinan ekstrem di dua desa tersebut melalui pendekatan konvergensi, yaitu mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media massa, serta organisasi masyarakat sipil agar intervensi yang dilakukan saling melengkapi dan lebih efektif.

Melalui pendekatan tersebut, setiap pihak tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi berkolaborasi berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga dampak program diharapkan lebih berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini juga bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kemiskinan ekstrem, menyusun strategi dan program prioritas, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi acuan Pemerintah Kabupaten Sikka dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perangkat daerah, organisasi masyarakat sipil, kalangan akademisi, dunia usaha, perwakilan Aliansi Wartawan Sikka, Camat Alok Timur, Camat Kangae, Penjabat Kepala Desa Habi, Penjabat Kepala Desa Gong Bekor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kolaborasi lintas sektor tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi berlanjut dalam implementasi program yang terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang masih berada dalam kategori miskin ekstrem.

Penulis: Yuven Fernandez

banner 2362x1569

Pos terkait