MAKASSAR — Konstelasi politik di tingkat daerah menunjukkan kecenderungan yang semakin cair. Pembentukan koalisi tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada kesamaan ideologi, tetapi lebih pada strategi untuk memenangkan kontestasi.
Sejumlah pengurus partai di daerah mengakui bahwa pendekatan pragmatis semakin dominan dalam menentukan arah koalisi.
“Sekarang lebih fleksibel. Yang penting bisa membangun kekuatan untuk menang,” ujar seorang pengurus partai.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi platform politik. Ketika koalisi dibangun berdasarkan kepentingan jangka pendek, arah kebijakan setelah pemilihan berpotensi menjadi tidak stabil.










