JAKARTA — Besarnya kebutuhan dana dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis mulai menjadi perhatian di tengah berbagai catatan pelaksanaan di lapangan.
Sejumlah simulasi sederhana menunjukkan, program ini membutuhkan alokasi anggaran dalam skala besar. Dengan asumsi biaya satu porsi berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per hari, total kebutuhan dana berpotensi mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun, bergantung pada jumlah penerima dan cakupan wilayah.
Dalam skenario luas, angka tersebut diperkirakan berada pada rentang Rp70 triliun hingga Rp100 triliun per tahun. Besaran ini menempatkan program makan gratis dalam kelompok belanja negara dengan tekanan fiskal yang signifikan.
Namun sorotan tidak hanya pada besarannya, melainkan juga pada bagaimana anggaran tersebut dikelola. Selisih kecil dalam biaya satuan dinilai dapat berdampak besar secara keseluruhan. Perbedaan beberapa ribu rupiah per porsi, jika dikalikan jutaan penerima dalam jangka waktu panjang, berpotensi menghasilkan selisih hingga triliunan rupiah.
Di titik ini, isu efisiensi mulai mengemuka.
Publik mempertanyakan apakah seluruh anggaran yang digelontorkan benar-benar tersalurkan secara optimal atau justru menyisakan ruang pemborosan dalam pelaksanaannya.










