JAKARTA — Kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah komoditas pokok mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan di berbagai daerah, memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat.
Meski faktor produksi seperti cuaca dan pasokan kerap disebut sebagai penyebab utama, sejumlah analis menilai persoalan distribusi masih menjadi titik lemah yang belum sepenuhnya teratasi.
Ekonom pangan, Budi Santoso, menyebut panjangnya rantai distribusi membuat harga di tingkat konsumen sulit dikendalikan.
“Selisih harga tidak selalu terjadi di tingkat petani. Justru sering muncul di jalur distribusi yang panjang dan tidak efisien,” ujarnya.
Dalam praktiknya, komoditas pangan sering melewati beberapa lapis perantara sebelum sampai ke konsumen. Setiap lapisan tersebut berpotensi menambah biaya, baik dari sisi logistik maupun margin keuntungan.
Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan infrastruktur antarwilayah. Di daerah dengan akses transportasi terbatas, biaya distribusi cenderung lebih tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi harga jual di pasar.
Pemerintah dinilai perlu memperkuat sistem distribusi, termasuk melalui integrasi data pasokan dan penguatan jalur logistik. Tanpa pembenahan di sektor ini, stabilitas harga akan sulit dicapai secara berkelanjutan.









